Selamat pagi dunia..
Hari ini saya muak dengan bualan TV yang memasuk-masukan berita benar dan bohong tanpa kecuali
Yang setiap hari mengalih-alihkan topik penting menjadi sampah dan topik sampah menjadi penting
Menikmati kuasanya sebagai the 4th power!
hmm emang ga semuanya begitu..tapi toh pada akhirnya uang berkuasa
Mana berita yang banyak mendatangkan uang itulah yang dipilih!
Ga peduli efeknya buat masyarakat..
padahal sekarang siapa lagi yang bisa kita andalkan untuk mengajar masyarakat?
Ketika kekuatan pemerintah pun gagal mencerdaskan masyarakat.
Maka jangan hanya tersenyum dan berharap, karena ini jadi tanggung jawab kalian juga.
Yayayaya.. sekali lagi,ternyata uang masih sangat berkuasa?
Bahkan di bidang yang masih sarat dengan idealisme.
Disinilah, aku duduk dihadapan tv, di samping koran, tersenyum getir. Sial!
si media massa
•December 18, 2009 • 1 CommentPertanyaan Untuk Calon-Calon Rektor
•December 1, 2009 • Leave a CommentSehunbungan dengan saya diminta untuk menjadi salah satu panelis dalam Today’s Dialog Mahasiswa dengan Calon-Calon Rektor ITB pada tgl 21 Nov 2009 ni.. ada beberapa pertanyaan yang ada di kepala saya, yang saya dapat dari berbagai inputan serta pemikiran sendiri.. Oia pertanyaan2 ni belum saya olah lagi dan pilih mana yang akan benar2 ditanyakan..
Pertanyaan General:
- Apakah menurut bapak, system informasi ITB selama ini sudah cukup menunjang kegiatan ITB terutama untuk pengembangan akademik? Apa rencana yang bapak persiapkan berkaitan dengan hal ini?
Dasar pertanyaan:
Sebagai Institusi berbasis teknologi sepatutnya ITB menjadi yang terdepan dalam pemanfaatan system informasi dalam kampus. Tanpa mengecilkan usaha yang telah dilakukan selama ini, masih terdapat beberapa hal yang perlu dibenahi. Selama ini belum terdapat pemusatan informasi mengenai lomba/penelitian agar mahsiswa mengetahui kemana harus mencari informasi yang selalu up-to-date, informasi mengenai lomba hanya peliputan/acara dalam kampus. Selain itu yang tidak kalah pentingnya adalah digital library, ITB telah berlangganan berbagai jurnal2ilmiah yang menghabiskan dana cukup besar setiap bulannya, sayangnya sosialisasi mengenai hal ini kurang sampai pada mahasiswa sehingga pemanfaatan tidak optimal (kan kasian pak mahmudin). Seharusnya desiminasi informasi mengenai hal ini dibantu melalui pemanfaatan yang dianjurkan dosen pada mahasiswa di beberapa mata kuliah agar mahasiswa terbiasa menggunakannya (tidak hanya mengandalkan GOOGLE), selain tentunya bentuk proses sosialisasi lain yang diusahakan perpus pusat.
- Seluruh Calon rector memaparkan dalam rencana program2nya yang menunjukan terdapatnya arahan agar ITB mampu melakukan pengabdian masyarakat dan penelitian yang lebih baik, seharusnya hal ini tidak terlepas dari upaya pelibatan mahasiswa. Tanpa berniat membela diri, mahasiswa khususnya S1, kesulitan untuk dapat melakukan berbagai bentuk pengabdian masyarakat dan penelitian (baik dilombakan atau tidak) karena keterbatasan membagi waktu diantara himpitan akademik (kuliah yang padat dn tugas2 yang banyak), tekanan untuk lulus cepat, kegiatan non-akademik lainnya yang kesemuannya sebenarnya sama-sama penting. Bagaimana konsep yang anda tawarkan agar mahasiswa dapat berkontribusi dalam pengabdian masyarakat dan penelitian (baik dilombakan atau tidak) yg diusung ITB dan tetap selaras dengan kepentingan akademik? Serta tanggapan terhadap adanya mata kuliah KKN (kuliah kerja nyata) dimana mahasiswa dapat menerapkan langsung keilmuannya di masyarakat?
Dasar pertanyaan:
Penelitian dosen maupun KK yang ada belum banyak memberikan ruang bagi pelibatan mahasiswa S1 di dalamnnya. Selain itu, tidak adanya dispensasi/kemudahan akademik yang diberikan bagi mahasiswa2 yang mengikuti persiapan lomba penelitian seringkali menjadi keluhan para mahasiswa (hal ini saya ketahui dari mahasiswa yang secara intens mendampingi mahasiswa2 peraih juara2 di PIMNAS kemarin). Hal ini menjadi penghambat, sebab menjadi rahasia umum dikalangan mahasiswa apabila mengkuti lomba2 yang membutuhkan persiapan yg panjang dan berat akan terpaksa ‘mengorbankan’ akademis atau istilahnya keteteran. Berbagai hasil penelitian maupun produk teknologi yang dihasilkan mahasiswa/dosen ITB sebaiknya teknologi yang ramah digunakan masyarakat, jangan sampai malah berorientasi kecanggihan semata sehingga melupakan aspek ekonomisnya, untuk itulah mahasiswa perlu lebih dekat dan mengenal masyarakat sehingga sense kemasyarakatan akan muncul dan mempengaruhi hasil karyanya nanti yg lebih implementable oleh masyarakat. Oleh karena itu diperlukannya penyempuranaan kurikulum maupun system akademis yang terintegrasi dengan kegiatan mahasiswa, penelitian, dan pengabdian masyarakat. CATATAN: ketika bahkan dispensasi untuk kegiatan penelitian/lomba dan pengabdian masyarakat saja saya keluhkan, bapak2 seharusnya dapat mebayangkan apalagi yang dalam bidang non-akademik.
- Apakah kelebihan dan kekurangan dari penerapan UU BHP bagi Institusi pendidikan? Apabila terdapat kekurangannya, bagaimana dampaknya bagi ITB secara khusus dan apa respon yang dapat dilakukan ITB?
Dasar pertanyaan:
aspek pendanaan pada perguruan tinggi. Pada pasal 41 ayat 6 disebutkan bahwa Pemerintah bersama-sama dengan BHPP menanggung paling sedikit seperdua (1/2) biaya operasional, pada BHPP yang menyelenggarakan pendidikan tinggi”. Tidak ada ketentuan yang mengatur proporsi kontribusi pendanaan antara pemerintah dan BHPP. Artinya, bisa saja dana yang diberikan pemerintah lebih sedikit daripada yang dibebankan kepada BHPP. Dengan kata lain, BHPP (institusi pendidikan tinggi dalam BHP) memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada pra-BHP.
Pasal 41 ayat 9 mengatakan bahwa biaya penyelenggaraan pendidikan yang ditanggung seluruh peserta didik dalam pendanaan pendidikan tinggi paling banyak sepertiga dari biaya operasional. Terdapat kejanggalan dalam ayat tersebut. Jika seperdua (1/2) biaya operasional ditanggung oleh Pemerintah dan BHPP dengan sepertiganya (1/3) ditanggung oleh peserta didik, maka siapa yang menanggung seperenam (1/6) sisanya? Hal itu juga tidak dijelaskan dalam RUU BHP ini. Jadi prediksi saya kedepannya kita akan semakin berat untuk mengusahakan pendidikan berjalan sebagaimana mestinya. Continue reading ‘Pertanyaan Untuk Calon-Calon Rektor’
The Few, The Proud, The Planner?
•November 12, 2009 • 2 CommentsPernah baca artikel yang berjudul: JAKARTA, INDONESIA — A SINKING GIANT? yang ditulis Andre Vltchek
yaa kira2 gini isinya
Today, high-rises dot the skyline, hundreds of thousands of vehicles belch fumes on congested traffic arteries and super-malls have become the cultural centers of gravity in Jakarta, the fourth largest city in the world. In between towering super-structures, humble kampongs house the majority of the city dwellers, who often have no access to basic sanitation, running water or waste management.
While almost all major capitals in the Southeast Asian region are investing heavily in public transportation, parks, playgrounds, sidewalks and cultural institutions like museums, concert halls and convention centers, Jakarta remains brutally and determinately ‘pro-market’ — profit-driven and openly indifferent to the plight of a majority of its citizens who are poor.
Most Jakartans have never left Indonesia, so they cannot compare their capital with Kuala Lumpur or Singapore; with Hanoi or Bangkok. Comparative statistics and reports hardly make it into the local media. Despite the fact that the Indonesian capital is for many foreign visitors a ‘hell on earth,’ the local media describes Jakarta as “modern,” “cosmopolitan,” and “a sprawling metropolis.”
Newcomers are often puzzled by Jakarta’s lack of public amenities. Bangkok, not exactly known as a user-friendly city, still has several beautiful parks. Even cash-strapped Port Moresby, capital of Papua New Guinea, boasts wide promenades, playgrounds, long stretches of beach and sea walks. Singapore and Kuala Lumpur compete with each other in building wide sidewalks, green areas as well as cultural establishments. Manila, another city without a glowing reputation for its public amenities, has succeeded in constructing an impressive sea promenade dotted with countless cafes and entertainment venues while preserving its World Heritage Site at Intramuros. Hanoi repaved its wide sidewalks and turned a park around Huan-Kiem Lake into an open-air sculpture museum.
Selanjutnya bisa dibaca di http://wahyuriyadi.blogspot.com/2008/01/jakarta-sinking-giant.html karena source aslinya udah ga bisa diakses, mungkin karena cukup bikin heboh kalangan PLANNER trutama di Indonesia. Sebuah kritikan pedas buat Ibu Kota Indonesia ini yang secara tidak langsung mempertanyakan kira-kira seperti ini:
“adakah planner di kota ini?”..
hmm… mau jawab gada? ga mungkin secara ada minimal BAPPENAS disana.. klu dibilang Plannernya ga kerja? yaa ga adil juga. Siapa yang tau apa berbagai penelitian yang dihasilkan planner, berapa kebijakan yang sudah diajukan planner, berapa design dari tangan para planner yang udah diusulkan, yang kesemuanya itu lead to NOWHERE.. why?
macet di birokrasi lah, macet di uangnya, kekalahan dari berbagai adu kepentingan, ribuan alesan dan argumentasi tentunya bisa mendasari ini terjadi. Tapi satu hal yang saya yakin bahwa rendahnya TRUST terhadap PLANNER sehingga seringkali pendapat dan apa yang dihasilkan Planner ‘be-nothing’,,,ya tapi gimana ya smua realisasinya pasti balik lagi ke kesulitan dana, pembebasan lahan, dan juga keputusan2 politik yang seringkali dipengaruhi pihak swasta.
Atau karena elected offcial yang ga berani ambil resiko dan lebih senang ‘menjaga-perasaan’ calon pemilihannya dengan melakukan ‘hal-hal’ yang instan dan cepet ‘kelihatan’ daripada memikirkan investasi jangka panjang (contoh: transportasi) yang memungkinkan terjadi berbagai konflik……dan bisa jadi manfaatnya baru terasa setelah masa jabatnnya habis.
huff..susah ya jadi planner di Indonesia, tapi bukan alesan untuk membela diri, akui aja deh gimana pun juga pasti ada andil planner menyumbang kesalahan dalam kegagalan ini. I think that Planning without realization is ‘almost’ nothing..
“the future belongs to those, who believe in the beauty of their dreams” by Eleanor Roosevelt
Dari Kami Untuk Mereka
•September 27, 2009 • Leave a CommentBegitu baiknya dunia menutup kebusukan
Hingga sulitkah tercium keburukan disana
Ditutup sura klakson dan deru kendaraan seakan menertawakan ku
Ditengah injakan gedung-gedung tinggi hingga aku merasa terhimpit
Bahkan seujung kuku pun tak berani aku sentuh pintu masuknya
Dimana pria berseragam akan menatap tajam penuh hina
Belum lagi orang pun segera mengeluarkan pandangan terganggunya
Sudah tak perlu meminta atau mengemis, mereka sudah bosan
Mereka sudah terlalu malas untuk memilah mana yang benar-benar cacat dan terpaksa meminta
Dan mana yang memang hanya berpura-pura dimana alas an utama adalah malas
Sebentar lagi kita akan habis ditelan pahitnya modernisasi, pahit?
Manis benar mungkin untuk mereka, tapi untuk kami?
Sudah, sudah, kita sudah jauh tertinggal, mana peduli mereka mengajak kita mendapat manfaat dari sebuah modernisasi..
Lelah lah mereka untuk bercapai-capai memberi penjelasan apalagi fasilitas tentang teknologi, yang kata orang semakin memudahkan hidup
Mungkin kita akan mendapat sedikit manfaat dari teknologi, ketika mereka sudah kesulitan untuk tidak memberikannya pada kita, atau mereka tidak sengaja memberikan manfaat itu, atau mereka sudah bosan
Tidak akan lama lagi masa itu datang, ketika manusia mulai mentertawakan Tuhan
Karena mereka mulai merasa mampu mengendalikan semuanya..
Gara-gara Korden
•December 29, 2008 • Leave a Commenttd siang gw baru balik dari puncak,, trus nyampe jm12 sianglah di rumah,
dan gatau, ko gw merasa ada yg aneh yaaa dengan kondisi dalem rumah..
akhirnya gw sadar,,, ow… ternyata terang bener rumah gw, huah silau dari jendela,
padahal hanya pantulan aja, ga bener2 ke semprot matahari, tp ko perasaan silau bgt,,
ya udah dgn pede-nya tanpa izin nyokap+kaka, gw tutup aja gordyn/korden/apapun namanya lah pada beberapa jendela.(ingat ga semua gw tutup, I’m not that freak! haha)
nah,,, begini lebih baik..
gw duduk, ntn tv, yaa pokonya nyantei lah..
tiba2,, tampaknya keluarga gw menyadari keanehan, dan nyokap gw pun langsung
spontan bukain smua korden rumah yg tadi gw tutup.
sambil jalan ke arah gw, dia nanya,”kenapa ditutupin korden nya?”
gw jawab, “silau bu soalnya,,, banget deh, diluar mataharinya tajem bgt sih”
ibu jawab lg, “ah biasanya juga gini ko,,, biasa aja”
gw jawab lg, “tp beneran silau”
akhirnya stelah mikir bebrapa detik nyokap ngomong,
“skrg ibu tau,,, knp kamu ngerasa silau…SOALNYA KAMU GA PERNAH PULANG MASIH ADA MATAHARI”
“pasti nyampe rumah udah MALEM muluu…”
“makanya pulang tuh jangan jm9 mlm ke atas mulu, pulang jm7mlm aja jarang, apalagi sore/siang”
“jadi aneh sendiri kan liat rumah masih terang ama matahari”
“coba kapan terakhir pulang masih ada matahari?”
gw…speechless.
sial,, ternyata itu jawaban knp gw melihat dalam rumah agak lain,, hiks,,hiks,,
TELAK bgt dah kata2ibu,, jadi ngerasa bersalah, slama ni sibuk di kampus muluu..
maaf ya bu..
pokonya liburan ni, walau mungkin ttp ga bisa tiap hari,tp gw bakal lebih sering liat sinar matahari memantul masuk lewat jendela,
nerangin ruangan2 di rumah gw.. walau gw bukan anak kost, tp ternyata tetep banyak hal yang
sering gw lupa perhatiin..
Skrg gw sempetin buat liat senyum ibu pas nyiapin makan siang gw, atau ngingetin gw solat ashar/magrib,,
biasanya ibu cuma bisa ngingetin gw solat isya..atau nunggu gw pulang larut malem.
gw seneng liat ibu senyum pas gw bawain pohon mawar, lengkap ama pot dan pupuknya pas hari ibu,dan tambahan hadiah baju+coklat, tp ga berhasil bikin kartu ucapan selamat hari ibu..dn ibu tetep seneng,,
senengnya kmrn2 ngerjain tugas tekev ditemenin ibu..haha sampe ibu panik liat aku stress di hari2deadline,trus bulak-balik nanya, gmn udah bisa, mau makan apa, smua ditawarin..
seneng bisa ngajak ibu nonton berdua di bioskop,,trus pulangnya ibu sakit gara2 AC bioskopnya keterlaluan dinginnya..
wah bu, jangan kan waktu, I’ll give u the whole world if I can..
tapi ternyata yaa ‘waktu’ aja hanya pas liburan2 gini aku baru bisa bener2 kasih.. skali lagi,
maaf ya bu.
bhs prancisnya sih “hapunteun pisan…” diterusin bhs cina “but u know..that I luv u..however..whenever”
oleh2sabtu subuh: “we won’t fallin’ down, friends..”
•December 24, 2008 • 1 CommentSejak hari itu, ga belum berani buka Facebook, gw takut akan menemukan notes-notes kekecewaan orang-orang. Minggu ini adalah minggu terberat gw, smua terkuras..waktu..tenaga..pikiran.. emosi gw ke aduk-aduk.. gw nangis, diem, ketawa, marah, kecewa, takut.. gw mikir- mikir-mikir-mikir dan ingin muntah. Gw gatau mesti gimana, mulai dari mana, percaya siapa, keputusan apa,, Minggu ini bener-bener gila!! Boro-boro kepikiran ujian gw,, gw terus-terusan countdown timer ke suatu moment yang gw gatau bakal ngehasilin apa..
Moment itu akhirnya terjalani,, penuh tekanan,, kiri dan kanan,atas dan bawah. gw ga bisa mikir, gw ragu,, Dan akhir dari moment itu SERIOUSLY bukan sesuatu yang gw harapkan bahkan gw ga ngira pilihan itu ternyata emang harus diambil.. gw bener-bener belum siap dengan keputusan ini. Gw belum siap,, gw takut dan gw nyaris ga percaya ini diputuskan bulat..tanpa voting.. yang berarti semua sepakat. Gw tegang,, gw khawatir kalau keputusan ini harus diambil. Di hati gw keluar sebuah perasaan yang aneh, kaya ada yang nyesekin bgt, di dalam dada gw,, SAKIT. Gw minta tahan sebentar,, gw ingin berdoa, sebelum keputusan ini bener-bener disepakati, gw ingin cerita sebentar sama 4JJI kalau gw takut dan bingung, gw ingin Dia menunjukan kuasanya, kalau ini yang terbaik berikan lah kekuatan kami untuk menjalankannya,, Dan setelah sebentar mengingat dan memohon pada-Nya,,tetap keputusan ini keluar (karena kita semua yakin ini yang terbaik).
Keputusan ini bukan dari dia, kamu, saya, mereka, kami, kalian, tapi ini dari kita.. BULAT. Bukan lagi tentang menang-kalah atau kepentingan,,simpan semuanya. Ini bukan terbaik untuk siapa,, ini untuk kita. Benarkah yang terbaik? Lalu knapa gw sulit menatap mata kalian? Knapa perasaan aneh di hati gw ga kunjung ilang? Kenapa temen gw hampir ga mau nyalamin tangan gw? Trus kenapa air mata ini tetep menetes? Kenapa gw ketakutan dan tangan gw gemetar? KENAPA?
Mungkin dia kira, gw menang, mungkin dia kira gw senang, mungkin dia kira gw sudah menyiapkan akhir seperti ini.. Atau mungkin gw dan dia tau mungkin ini benar, tapi kita cuma sama-sama kecewa karena gw dan dia sama-sama ngerasa belum siap, dan kita mengekspresikannya dengan cara berbeda. Akhirnya gw sadar,, mungkin gw emang belum siap dengan keputusan ini,, dan mungkin kita semua juga belum siap dengan keputusan ini.. tapi kita ga pernah tau keputusan mana yang bener-bener terbaik? Sebelum kita coba.. karena ketetapan apapun tiada arti kalau ga berhasil dieksekusi. Gw percaya, kenapa kita sempat berdebat selama itu, kenapa kita semua tetep ada sampai akhir.. karena kita peduli, karena kita cinta, karena kita ingin memastikan ini semua berjalan ke arah yang benar. Gw terharu melihat cukup banyak yang peduli. Dan ketika semua ditetapkan bukan berarti semua selesai,,bukan berarti saatnya melangkah pergi. Baru saja dimulai..tugas kita semua untuk memastikan semuanya berjalan.. ke arah yang lebih baik..
Ikhlas,,Ikhlas,, Ikhlas,, ternyata itu jawabannya. Jangan khawatir gakan pernah ada yang sia-sia, semua yang udah kita lakukan..semua yang udah kita berikan.. bahkan semua hal yang sudah kita rencanakan namun belum sempat terselesaikan,,gakan sia-sia, semua yang diniatkan dengan baik pasti akan memberikan manfaat. Berat, kita se through of all this.. apapun yang kita pilih pasti ada kosekuensinya, ada cost dan benefit-nya,, p mua juga merasakan.. gw yakin qt bisa saling percaya sebagai keluarga, we’ll stick together to get ilihan bersama..kita tanggung bersama,,
Bismillah..kuatkan kami untuk menjalankannya,, bukan masalah siap/ga siap…kita mesti sanggup jalaninnya,, karenanya kita harus punya kemauan dan kemampuan. Dan gw yakin kita punya semua itu.
Amien..
BUKA buat download BAHAN UAS bwt: PL’06 ganjil
•December 12, 2008 • Leave a CommentPlano ganjil ini ada bahan2 UAS dari beberapa mata kuliah
- Pengintrans= 2 Power Point tambahan
- Kapsel= 3 slide terbaru
- Pem2= smua bahan UAS
3 mata kuliah tsb udah gw folderin namanya = All Bahan UAS tambahan
trus gw ma andin udah ngumpulin slide tugas hukper ma tekev
Smua bisa di-download secara satuan, jadi ambil yg belum punya aja,
caranya klik langsung tulisan dibawah ini (yg warnanya lebih putih):
Mudah2an UAS kita sukses….. Amien..
Am I on the right direction?
•December 6, 2008 • Leave a CommentSo I’m here to desist a while from my journey
I watch my back to see how far I’ve been walked
Then I stare back my direction in front of my head
Is it the right direction?
Do I walk on the right way?
Now I think.. Where will I go?
I checkout with whom I walk
Will they accompany me till I reach my destination?
And now I checkout my stock in my bag
Will it enough?So here I am standing still and waiting for somehow answer my own question
HAK mendapat ‘BEKAL’ (= PENDIDIKAN)
•December 6, 2008 • 1 Comment
Dapatkah kita memilih hidup yang kita inginkan?
Kembalilah kawan ke zero pint (Original Position) dimana menurut John Rawls (pencetus contractarian theory) adalah titik dimana kita belum dilahirkan dan belum tahu akan lahir dimana dan sebagai apa. So, you are to imagine that you might be born healthy or sickly, intelligent or retarded, male or female, have wealthy or poor parents, and so on. The most people in the original position would choose social policies embodying some redistribution (John Rawls). Konsep inilah yang mendasari dibuatnya sistem redistribusi semacam pajak yang dikenal sebagai a specific amount of redistribution that which maximizes the well being of the worst-of person in society. Bagaimana pun juga, konsep ini mendapat tentangan dari teori lain (sebut saja teori justice of market) yang dapat disimpulkan bahwa apa yang didapat seseorang adalah bergantung dengan usaha yang ia lakukan. Teori yang juga tidak salah.
Keduanya benar, tapi, coba periksa lagi keadaan sekitar? Dapatkah kita menyalahkan seorang anak yang lahir dari kedua orang tua yang miskin di permukiman kumuh dan tidak mendapat fasilitas pendidikan apapun dengan anggapan dia atau kedua orang tuanya ‘kurang berusaha’? Beranikah kita menunjuk orang-orang yang tidak mampu itu dan berbicara lantang, “mereka KURANG BERUSAHA!”, beranikah?

Tidak, harusnya kita tidak berani berkata seperti itu,, Tapi, kenapa? Karena kita memulai dari titik yang berbeda. Saya memulai dari titik dimana keluarga saya cukup mampu untuk menyekolahkan saya, seandainya saya hidup kecukupan dari USAHA sendiri pun, toh saya memang sudah mendapat ‘bekal’ berupa PENDIDIKAN yang membuat saya lebih MUDAH untuk BERUSAHA (=bekerja). Namun, mereka memulai dari titik yang berbeda, lahir dari keluarga tidak mampu dan tak dapat mengicip pendidikan yang sama dengan saya sehingga mereka tidak memiliki ‘bekal’ berupa PENDIDIKAN yang membuat mereka SULIT BERUSAHA (=bekerja) untuk mencapai sesuatu yang memungkinkan saya capai. Berdasarkan hal tersebutlah, maka sangat hina kalau kita bicara tentang ‘USAHA’ yang mungkin hanya sebuah alibi untuk menjadi tidak peduli dengan keadaan sekitar. Continue reading ‘HAK mendapat ‘BEKAL’ (= PENDIDIKAN)’
gw bakal tetep disini
•December 4, 2008 • Leave a Commenthuah..gw pengen sebentar berhentiin waktu..sebentar aja..
hanya ingin merasakan waktu yang gw miliki penuh,,waktu yang yang ga perlu berbagi.. bukan gw pengen kabur, atau gw pengen NGILANG (kata yang akhir-akhir ini populer-haha). Kadang kita ingin sendirian kan? tapi sebenernya gw benci sendirian, gw tipe orang yang ingin selalu dikelilingi orang. pastinya orang-orang yang gw kenal, orang-orang yang gw sayang..
kalau gw sendirian, pikiran gw akan terus berputar, ga terkendali, lari kesana kemari.. mikirin ini mikirin itu, kadang penting, kadang ga penting,, ah tapi bahkan buat ngelamun aja gw dah jarang, gatau nih akhir-akhir ni hectic bgt hidup gw (salah bagi wkatu kali ya)..ah padahal pengen juga ya, ga banyak mikir,, santai-santai nonton TV, nonton Film, baca buku, atau cuma tidur-tiduran.. kayanya udah langka dan mahal..
bukan gw pengen lari, tapi gw cuma pengen kangen.. huahahahaha biar gw kangen sibuk lagi,, biar gw jadi inget, senangnya berkegiatan,, gw cuma pengen kangen, seperti gw kangen waktu buat diri gw sendiri, seperti gw kangen waktu buat keluarga gw, seperti gw kangen waktu buat maen sama tmen2, seperti gw kangen main softball lagi,, ternyata gw memang masih makhluk egois.
tapi gw GAKAN KEMANA-MANA,,gw bakal tetep disini..selagi bisa bermanfaat buat orang lain, gw bakal tetep disini,, selama lembaga-lembaga yang telajur gw cintai ini membutuhkan gw maka gw bakal tetep disni.. Pegang janji gw, gw bakal tetep disini. Dan gw gakan lelah memberikan yang terbaik dalam semua yang gw lakukan… amien. Smoga gw bisa terus memegang amanah dengan baik
