Persepsi
Jangan membangun persepsi sebelum segala fakta terkumpulkan, apabila persepsi terlanjur terbangun sebelumnya, maka fakta-fakta yang diambil secara tidak sengaja hanya yang mendukung persepsi awal kita.. Sehingga kesimpulan dari analisis pun pasti sesuai dengan persepsi kita (yang kurang matang) sebelumnya. Alhasil segalanya jadi kurang akurat karena kita hanya mecocok2an fakta dengan persepso tsb. Oleh karena itu, jangan terburu2 menyimpulkan atau berpersepsi..ini berlaku untuk persepsi terhadap apapun.
Misal, kita ngerasa suatu barang atau misal suatu mobil itu jelek, pdhl kita ga pernah meneliti itu secara detail. Ketika kita sudah membangun persepsi itu, maka ketika kita memeriksa mobil itu yang akan kita lihat adalah hal-hal jeleknya saja, sperti ‘oh ini nya rusak’ ‘oh ininya kurang bagus’ ‘aduh sayang bagian sini modelnya kurang bagus’ dan lainnya. Akhirnyaaa hasil akhir analisis pun adalah ‘ya, mobil ini jelek’. Bayangkan kalau kita terus2an bikin persepsi negatif tentang apapun, apakah barang, orang, atau tempat, maka kita hanya menemukan hal-hal negatifnya aja. Juga berlaku sebaliknya..
Ok,that’s enough.. Just sumthing that I learn from my daily life. But, it doesn’t mean everything is good, I mean that if it is a bad thing, u should know it for sure, not a simply your first perception (premature). It should come from a conclusion that u build from the analysis of some facts u’ve got before.
So, if u think sumthing bad or good, better check it twice, it might just your premature perception!

setubuh..
tp aku rasa persepsi itu manusiawi sas.
pada dasarnya manusia selalu menilai berdasarkan informasi yg dimiliki.
gak peduli banyak-dikit, benar-salah…
ya, bukan berarti bisa menjadi alasan untuk tidak menjadi manusia yg lebih baik.
salam sukses selalu